Industri peralatan ski global sedang mengalami ekspansi yang kuat yang didorong oleh terobosan teknologi, meningkatnya partisipasi olahraga musim dingin, dan peningkatan fokus pada keberlanjutan, menurut laporan baru oleh Grand View Research. Pasar, senilai
5,1 miliar pada tahun 2023, diproyeksikan akan tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 7,8
7,2 miliar karena konsumen menginginkan perlengkapan berkinerja tinggi dan ramah lingkungan.
Inovasi-inovasi penting sedang mengubah sektor ini, dengan produsen-produsen terkemuka berinvestasi besar-besaran dalam ilmu material dan desain. Merek seperti Salomon, Atomic, dan Burton telah meluncurkan model ski canggih yang menampilkan komposit serat karbon, profil aerodinamis, dan sistem fleksibel yang dapat disesuaikan, meningkatkan stabilitas dan kemampuan manuver di berbagai medan. Seri S/Max terbaru Salomon, misalnya, mengintegrasikan "Energyzer Core" yang dipatenkan yang mengurangi bobot sebesar 15% sekaligus meningkatkan cengkeraman tepi, melayani atlet profesional dan pemain ski rekreasi. Sementara itu, Burton telah memperkenalkan rangkaian papan seluncur salju "Pramugari Penerbangan" dengan dinding samping cetakan 3D, menawarkan pola fleksibel yang dapat disesuaikan dengan gaya berkendara individu—sebuah fitur yang sangat disukai konsumen muda.
Keberlanjutan telah menjadi tren yang menentukan, seiring dengan semakin banyaknya konsumen yang memprioritaskan produk ramah lingkungan. Para pemain besar merespons hal ini dengan mengadopsi bahan daur ulang, resin yang dapat terbiodegradasi, dan proses produksi yang netral karbon. Atomic, anak perusahaan Amer Sports, baru-baru ini meluncurkan koleksi ski "Green Grip", dibuat dari 85% aluminium daur ulang dan epoksi nabati, mengurangi emisi karbon sebesar 40% dibandingkan model tradisional. Patagonia, yang terkenal dengan dukungan lingkungannya, telah memperluas rangkaian papan seluncur saljunya dengan papan yang terbuat dari tepi baja daur ulang dan inti kayu yang dipanen secara berkelanjutan, disertai dengan program pengembalian yang mendaur ulang peralatan lama menjadi produk baru. Pergeseran ini tidak hanya bersifat etis tetapi juga komersial: laporan tersebut mencatat bahwa peralatan ski berlabel ramah lingkungan kini menyumbang 23% dari penjualan global, naik dari 12% pada tahun 2018.
Pertumbuhan pasar juga didorong oleh meningkatnya partisipasi dalam olahraga musim dingin, khususnya di negara-negara berkembang. Tiongkok, yang menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin tahun 2022, mengalami peningkatan kunjungan resor ski sebesar 63% sejak tahun 2019, dengan lebih dari 30 juta orang mengunjungi lereng tersebut setiap tahunnya. Untuk memenuhi permintaan ini, merek internasional memperluas kehadiran mereka di wilayah ini—Salomon membuka 25 toko ritel baru di Tiongkok tahun lalu, sementara produsen lokal seperti Li-Ning mengembangkan perlengkapan ski dengan harga terjangkau dan berbasis performa yang disesuaikan dengan konsumen Asia. Amerika Utara dan Eropa tetap menjadi pasar utama, dengan meningkatnya preferensi terhadap ski pedalaman yang mendorong permintaan akan peralatan ringan dan tahan lama; penjualan splitboard (papan seluncur salju yang dapat dikonversi untuk perjalanan menanjak) telah melonjak sebesar 45% di AS selama dua tahun terakhir.
Namun, industri ini menghadapi tantangan, termasuk gangguan rantai pasokan dan risiko terkait perubahan iklim. Pola hujan salju yang tidak menentu telah menyebabkan beberapa resor berinvestasi dalam teknologi pembuatan salju, namun hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai penggunaan air. Untuk mengatasi masalah ini, produsen berkolaborasi dengan organisasi lingkungan hidup: Burton bermitra dengan Protect Our Winters untuk mendanai aksi iklim, sementara Atomic mengembangkan metode produksi hemat air. Selain itu, kemajuan dalam e-commerce telah menyederhanakan distribusi, dengan penjualan langsung ke konsumen menyumbang 38% dari pendapatan peralatan ski pada tahun 2023, naik dari 27% pada tahun 2020, karena merek memanfaatkan platform digital untuk menjangkau khalayak global.
Ke depan, para ahli mengantisipasi bahwa integrasi teknologi akan semakin cepat—peralatan ski pintar, yang dilengkapi dengan sensor untuk melacak metrik kinerja seperti kecepatan dan sudut tepi, diperkirakan akan semakin diminati. Merek seperti HEAD sudah menguji prototipe dengan GPS bawaan dan sistem umpan balik real-time, menargetkan generasi milenial yang paham teknologi dan Gen Z. Ketika industri ini menyeimbangkan inovasi dengan keberlanjutan, masa depan ski tampaknya siap untuk berkembang, dengan peralatan yang memberikan kinerja dan tanggung jawab terhadap lingkungan.